“Lawan GOLPUT, Lo’Keren !”

KoranGanjar.com OPIni:

Teman teman Relawan Jokowi Ahok & Ganjar dimana saja berada,

Jumlah penduduk Indonesia tahun 2023 sekitar 278,69 juta, dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih. Adapun kelompok usia tertinggi adalah kelompok usia Generasi Z (GEN-Z) sekitar 75,49 juta jiwa (27,94%)  dan disusul Generasi milenial sebanyak 69,38 juta jiwa (25,87%).

Atas hal ini maka para Timses Capres thn.2024 pun lebih fokus terhadap potensi Generasi – Z (Gen-Z), padahal ada yang lebih ‘berbahaya’ adalah mereka yang ‘Tidak  menggunakan hak suaranya’  alias Golongan Putih (Golput).

Lihat saja data dibawah ini

Thn.2004 – Jumlah DPT > 150,3 juta , Golput > 23,4%

Thn.2009 – Jumlah DPT > 197,7 juta, Golput > 28,3%

Thn.2014 – Jumlah DPT > 188.2 juta, Golput > 29,2%

Thn.2019 – Jumlah DPT > 158.0 juta, Golput >18,2%

Thn.2024 – Jumlah DPT > 204.8 juta, Golput ..%

Teman teman Relawan Jokowi Ahok & Ganjar dimana saja berada,

Sampai Kuda makan portal pun kami yakini tidak akan pernah ada bagaimana cara mencegah GOLPUT, karena ada banyak faktor yang dinilai menyebabkan itu, diantaranya;

1. Faktor Eksternal  ,  faktor yang berasal dari luar sehingga ada kelompok GOLPUT

a. Faktor Administratif  & Masa Bodoh, kalau pun berkaitan dengan aspek administrasi sehingga pemilih tidak bisa menggunakan hak pilihnya.Baik karena tidak terdata sebagai pemilih, tidak mendapatkan kartu pemilihan,  tidak memiliki identitas kependudukan (KTP), dsb ditambah sikap ‘masa-bodoh’ pemilih maka lengkap sudah, gaes. ‘Eheheh.

b. Faktor politik, disebabkan karena aspek politik masyarakat tidak mau memilih. Karena rekam-jejak negatif terhadap parpol & para kader tertentu (korupsi, narkoba, KDRT, Borjuis, dsb) , menganggap para calon tidak ‘kredibel dan keraguan bahwa  kedepan akan membawa perubahan dan perbaikan, dsb

2. Faktor Internal, disebabkan oleh individu pemilih yang mengakibatkan mereka tidak menggunakan hak pilih.

a. Faktor Teknis, yang penulis maksud adalah adanya kendala yang bersifat teknis yang dialami oleh pemilih ; sakit, diluar kota, dsb sehingga menghalanginya untuk ke TPS  menggunakan hak pilihnya.

b. Faktor Pekerjaan, pekerjaan sehari-hari pemilih. Faktor pekerjaan pemilih ini dalam pemahaman penulis memiliki kontribusi terhadap jumlah orang yang tidak memilih.

Teman teman Relawan Jokowi Ahok & Ganjar dimana saja berada,

Pertanyaan kita untuk Pilpres/Pileg tahun 2024 mendatang GOLPUT itu lebih berbahaya sehingga harus ada upaya yang tersinerji antara pembuat kebijakan / reguasi (KPU/D, Bawaslu, Panwaslu, Para Parpol, Para Capres/Bacaleg, para Timses dsb ) untuk meminimalisir GOLPUT, karena kualitas pemilu secara tidak langsung juga dilihat dari legitimasi pemimpin yang terpilih dan rendahnya angka GOLPUT. Dalam arti lain semakin kuat dan banyak partisipasi masyarakat maka  semakin kuatlah tingkat kepercayaan rakyat. Dan semakin tinggi GOLPUT-nya maka semakin tinggi pulalah ‘kegagalan’-nya.

‘Iya dong !

KOTA DEPOK KITA JAGA,

KOTA BEKASI KITA JAGA,

Waspada Neo-Orde baru & Paham Intoleransi

Dukung Hasdan Nover Zandi

Caleg DPRRI /PDIP Dapil Jabar VI

https://infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Dcs_dpr?fbclid=IwAR18iFuHhKDyuUQC21_5fVvbC8UN2UVbBbF7pXEvwnqIf-PVdGIaQEYhvUU

(Red-01/Jim/Bi2b/Rahma/Empy/Doli::Foto.ist)

Lainnya,

Hasdan Nover Zandi, “GANJAR MENANG, KITA LIBAS PERAMPOK UANG RAKYAT !”

BUDIMAN SUJATMIKO, KUBUR MASA LALU, “SEMOGA TIDURMU LELAP, BUD !”

GOLKAR & PAN GABUNG KE PRABOWO, “TERJEBAK PERMAINAN TUKANG KAYU ?”

Andi Gembul, “BANYAK PIHAK BERHARAP MEGA-JOKOWI PECAH. YANG BACA SALAH SATUNYA. EHEHEH “

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini