” Kaesang , stop gunakan fasilitas negara ! “

KoranGanjar.com, OPIni :

Benar kata teman teman Relawan Senior, jika Kaesang Pangarep (KP) itu belumlah ‘mature’ , masih kekanak-kanakan, beda dengan Gibran, Bobby atau Kahiyang. Namun,  jika dibiarkan akan merugikan prestasi, kinerja dan figur ayahnya, Ir H Joko Widodo . Dan kami, KorangGanjar.com sepakat soal itu.

1.Tanpa rasa bersalah KP sudah wara wiri di sosmed dengan mengaku sebagai Calon walikota Depok, lupakah KP bahwa ayahnya adalah kader terbaik PDIP, apakah KP juga lupa jika kakaknya – Gibran Rakabuming Raka kader PDIP?. Juga Bobby Nasution , iparnya yang sejak Maret 2023 pun sudah kader PDIP?

Karena PDIP punya aturan sendiri bagaimana dalam satu rumah yang sudah menjadi kader PDIP maka ‘haram’ jika ada yang menjadi kader parpol lain. Tolong kasih tau kaesang ya.

KP harusnya ‘kulo-nuwun kepada PDIP jika memang ingin bersama parpol lain diluar PDIP, kalau pun Presiden Jokowi merestui KP berpolitik , harusnya tetap kulo-nuwun ke PDIP. Mau bukti lihat saja spanduk – baliho para bacaleg parpol tertentu Kota Depok yang penuh dengan foto KP, apakah KP memang sudah jadi kader parpol itu?

Kaesang Pengarep nge-Rap, Bikin Video Klip di Halaman Istana

Ketum Ganjar Raffles Cibubur Indonesia (GRCI) – Hasdan Nover Zandi saat diminta tanggapan soal ini , menjawab singkat. “Ya kita jadikan catatan saja soal ini, DPP PDIP pasti akan memberikan atensi agar tidak gaduh”

2, Dalam acara varietyshow bahkan didepan Ketum PAN – Zulkifli Hasan , KP mengatakan dia akan menjadi walikota Depok karena didukung PAN ?

3.Kini sedang viral video KP berkolaborasi dengan musisi asal Yogya dan Lamongan  membuat sebuah lagu dengan tema persatuan. Pesannya bagus , Tak ingin Indonesia semakin bercerai berai,dimana media sosial penuh dengan hujatan dan kritikan yang seakan tiada habisnya, terutama terkait masalah politik hingga agama.

Sayangnya, KP dan teman-temannya menggunakan setting Istana Negara !!

Potret romantis foto prewed Kahiyang Jokowi dan Bobby Nasution

KP  tidak tahu atau pura pura tidak tahu , bagaimana kita dahulu sangat menentang penggunaan fasilitas negara  untuk hal-hal diluar acara kenegaraan. Kita menentang saat  acara pernikahan anak-anak Suharto di Istana Bogor baik Siti Hardiyanti Hastuti (Tutut) dan Indra Rukmana atau  Sigit Harjojudanto dan Elsje Anneke Ratnawati pada 1972.

Pernikahan Tutut dan Indra Rukmana dikaruniai empat anak. Mereka juga kini telah memiliki sembilan cucu. Foto: Grandyos Zafna

Juga kita menentang  saat Presiden SBY menikahkan putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) – Anisa Pohan tahun 2005 di Istana Negara Bogor.  Dan kemudian pernikahan anak ke 2 SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono-Siti Ruby Aliya Rajasa di Istana Negara Cipanas tahun 2011 lalu.

6 Potret Lawas Pernikahan Annisa Pohan dan AHY, Prosesi Pedang Pora Baru Terungkap

Kalau pun ada sebagian yang mengatakan bahwa video KP itu menggunakan layar hijau, trick-kamera, lalu bagaimana bisa mereka disana menari-nari bebas bahkan hingga ditangga utama Istana?. pakai mobil golf istana?, injak – injak taman2 istana?

Jika mau bicara Indonesia kalian bisa pakai TMII, atau contoh kakakmu Kahyang-Bobby dimana mereka foto prewed di beberapa spot wisata  di Tamansari Yogyakarta, Nusa Penida Bali dsb yang kemudian diikuti oleh banyak orang untuk hal yang sama. Ini jelas ada manfaatnya bagi wisata lokalnya.

Kaesang , stop gunakan fasilitas negara !

Kaesang, jangan tambah lagi pusing ayahmu !!

Dan please, take-down saja videomu itu.

(Red-01/Foto-video.ist)

Lainnya,

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini