JUMHUR DIANTARA DEMO 1 JUTA ORANG.

“BUANGLAH MANTAN PADA TEMPATNYA”

KoranJokowi.com, OPIni:
Saat beredar video Rocky Gerung (RG) menyampaikan orasinya lalu kemudian viral dengan istilah ‘Presiden Jokowi Bajingan’ , ada nama Jumhur Hidayat disekitar peristiwa itu.

https://vt.tiktok.com/ZSLCpvVHo/

Siapa dia?, nama lengkapnya Mohammad Jumhur Hidayat (MJH) kelahiran 18 Februari 1968 mantan  Kepala BNPP-TKI : Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI yang diangkat pada tanggal 11 Januari 2007 dan diberhentikan pada tanggal 11 Maret 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, setelah menjabat selama 7 (tujuh) tahun dan dua bulan.

Pemberhentian MJH  sebagai Kepala BNP2TKI tersebut menyusul keputusannya menyalurkan aspirasinya ke PDIP, yang saat itu mengkampanyekan  ajaran Trisakti Bung Karno yaitu Berdaulat dalam Politik, Berdikari dalam Ekonomi dan Berkepribadian dalam Kebudayaan.

MJH sudah menjadi aktivis sejak Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pernah dipenjara pada tahun 1989-1992 karena terlibat dalam aksi mahasiswa yang menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri, Rudini.

Beberapa catatan lain tentang MJH yang terlewatkan banyak orang,

  1. Dalam acara dialog yang digelar Serikat Pekerja Nasional (SPN)  Minggu malam (18/6/2023) lalu. Tokoh buruh Saut Aritonang  mengusulkan nama MJH sebagai cawapres Anies thn.2024 yad, plus Menteri tenaga kerjanya – Joko Heriyono. Maka Buruh akan di belakang Anies, demikian Saut
  2. Melalui akun Twitter @jumhurhidayat pada 25 Agustus 2020 memposting kalimat ‘Buruh bersatu tolak Omnibus Law yg akan jadikan Indonesia menjadi bangsa kuli dan terjajah’.

  3. Juga 7 Oktober 2020,  MJH  memposting kalimat soal UU Ciptaker, ‘UU ini memang utk primitive investor dari RRC dan PENGUSAHA RAKUS. Kalau INVESTOR BERADAB ya seperti di bawah ini’. Dalam postingannya, MJH memberikan tautan berita sebuah media daring berjudul ’35 Investor Asing Nyatakan Keresahannya terhadap Pengesahan UU Cipta Kerja’

    Kicauan itu membuatnya ditangkap polisi dan diadili di PN Jaksel. Jaksa menyebut pernyataan itu termasuk berita bohong.
    “Investor tersebut tidak pernah menginvestasi di Indonesia sehingga pernyataan Terdakwa adalah tidak benar, begitu juga pernyataan Terdakwa pada 7 Oktober 2020 termasuk juga berita bohong. Dengan demikian, unsur menyiarkan pemberitaan bohong telah terbukti secara sah menurut hukum,” kata jaksa.

    Akhirnya pada 11 November 2021, PN Jaksel menyatakan Jumhur terbukti menyiarkan kabar yang tidak lengkap sedangkan ia mengerti setidak- tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat. PN Jaksel pun menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara ke Jumhur.
    Pesan kami, mau demo 1 juta, 10 juta pun tidak apa hanya mari jaga ketertiban, kebersihan & tidak anarkis. Jangan buang sampah sembarang, karena di Jakarta ada Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah dengan sanksi Rp500 ribu.Namun Jakarta belum punya perda tentang buang mantan,maka  silahkan buang mantan dimana saja.

‘wkwkwkwk..
(Red-01/Foto.video.ist)
Lainnya,
https://koranganjar.com/kemeja-garis-lurus-bukan-hanya-simbol-politik-namun-juga-life-style-milenial/

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini