JK BENCI JOKOWI, SAYANG PADA ANIES.
“SO WHAT !?”
KoranGanjar.com, OPIni :

Teman teman Relawan Ganjar dimana saja berada,

Sudah maklum jika mantan Wapres RI ke-10 dan ke-12 RI – Jusuf Kalla (JK) demikian dekat dengan Anies Baswedan (AB)  bahkan dia ‘pasang badan soal ini. JK kerap bicara kepada media jika AB dulunya adalah orang dekat Jokowi saat Pilpres 2014, “Dimana ada Jokowi disitu pula ada Anies”, seperti itulah bahasanya.

Namun JK tidak pernah berceritera yang sebenarnya kenapa AB ‘dibuang’ presiden Jokowi saat menjabat selaku Mendikbud sejak 7 Oktober 2014 – 27 Juli 2016 sedangkan JK saat itu menjabat selaku Wapres Jokowi.

Gosip pun beredar jika Pemberhentian AB karena presiden Jokowi menilai AB kurang memprioritaskan program presiden, yakni KIP – Kartu Indonesia Pintar, AB dinilai lebih sibuk dengan programnya sendiri.

AB dan JK pun tidak menggubris saat AB dilaporkan Andar Mangatas Situmorang ke KPK atas dugaan penyimpangan penggunaan dana sekitar Rp. 146 milyar di pameran Frankfurt Book Fair 2015 Jerman yang dilakukan 3 hari lamanya.  AB, diduga menyalahgunakan kewenangannya saat menjabat Mendikbud, itu pernyataan Andar  Kamis (9/3/2017) lalu. Dia menduga AB dengan sengaja menyalahgunakan kewenangan jabatannya sebagai Mendikbud dalam pameran tersebut, yang berlangsung selama 3 hari di Jerman.

Selain dugaan kasus korupsi, Andar juga melaporkan AB yang diduga dipameran itu menyusupkan kegiatan pameran buku berjudul AMBA dan PULANG yang membahas ihwal pembasmian PKI tahun 1965.
.
Teman teman Relawan Ganjar dimana saja berada,
Lalu mengapa pula JK harus repot saat viral kasus hutang AB sebesar Rp.50 milyar terungkap ke publik,bahkan JK mengakui jika dia memarahi keponakannya – Erwin Aksa Mahmud (EAM) yang menjabat sebagai Waketum Bd. Penggalangan Strategis DPP Partai Golkar yang mengungkit utang AB kepada Sandiaga Uno  sebesar Rp50 miliar yang digunakan untuk Pilkada 2017 kepada pers.
Jadi jika JK terus ‘dekat’ dengan AB pastinya ini bukan soal politik, hanya mereka berdua yang tahu. Termasuk (mungkin) bagaimana JK & SP menggiring AB untuk merekruit Bacawapresnya dengan parameter Prabowo yang selalu kalah di Jatim dan Jateng, yang pastinya itu basis PDIP dan NU.
Ini pun beredar di Nasdem & PKS agar Cawapres AB dari tokoh NU, disatu sisi ini pasti menyakitkan bagi Demokrat yang menjagokan AHY sebagai Cawapresnya AB.
,
Teman teman Relawan Ganjar dimana saja berada,
Sayangnya NU menolak , NU tidak ingin  mendukung, menyodorkan, merestui dan memutuskan memberikan restu kepada AB. Maka wajar jika. Mahfud MD. Khoffah dan Yenny Wahid pun ikut menolak di cawapreskan.

JK tidak tinggal diam, dia kembali membidik hal lain, salah-satunya saat di  ‘Seminar Anak Muda Untuk Politik’, di Gd.DPRRI Senayan Jakarta (31/7/2023) lalu. ‘Ujug-ujug JK mengatakan bahwa dalam sistem pemerintahan akan berjalan demokratis di 10 tahun pertama kepemimpinan seorang presiden.

JK lantas mengungkit era Soeharto. Menurutnya, di 10 tahun awal kepemimpinan Soeharto sistem demokrasi berjalan baik kemudian setelahnya menjadi otoriter. JK lalu mengungkap pemerintahan saat ini sudah mulai ke arah demikian.

“Soeharto itu 10 tahun masih baik, dalam artian demokrasi, setelah itu lebih otoriter. Sekarang juga begitu kelihatannya, setelah 10 tahun ah muncullah, tentang macam-macam,” kata dia.

Teman teman Relawan Ganjar dimana saja berada,

Diakhir tulisan ‘bebas ini ada 3 hal yang saya catat lainnya,

1.Ketum Golkar – Airlangga Hartarto mengakui partainya tak mungkin mendukung Anies Baswedan sekaligus ini merupakan jawaban Golkar kepada JK yang menilai pilihan capres untuk Golkar hanya Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

“Itu (pernyataan JK) sangat benar. Benar (tak mungkin dukung Anies),” kata Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (2/8).

2.Saya pernah membaca tulisan jurnalis senior, Benny Kumbang dengan judul ‘Laporan Khusus Jokowi-JK (Part 1): Mengapa Jokowi Dizalimi?, disana Benny mengatakan, antara-lain:
Anies Baswedan, tokoh yang dikenal cerdas dan bersih, memberikan jawaban jujur kenapa Jokowi harus dipilih, atau dalam perspektif lain, kenapa Jokowi-JK dimusuhi. Menurut Anies, Jokowi-JK adalah orang baik, dan keduanya memiliki unsur kebaruan. Itulah alasan ilmiah Anies menjatuhkan pilihan rasionalnya. Demikian juga sejumlah tokoh berintegritas, seperti, Faisal Basri dan Teten Masduki.
Kebaruan inilah yang boleh jadi sangat ditakuti oleh para penyerang atau mereka yang tak menginginkan Jokowi-JK memimpin Indonesia. Jadi sesungguhnya bukan sosok Jokowi atau JK secara personal yang ditakuti, melainkan apa yang sudah dan akan mereka kerjakan.
Kebaruan mencerminkan sebuah terobosan, out of the box, berada di luar pakem business as usual, melawan arus utama. Kebaruan-kebaruan gagasan yang ditawarkan Jokowi-JK tak hanya tertuang dalam visi misi, namun sesungguhnya sudah dipraktikkan dan dibuktikan manfaatnya oleh keduanya. Baik di masa kepemimpinan Jokowi di Solo dan DKI Jakarta, maupun di masa JK menjabat Wakil Presiden RI 2004-2009
.
3.Juli 2022 lalu, beredar berita jika Kejagung RI ‘mencium ‘aroma’ korupsi di pengadaan tower PT PLN (Perusahaan Listrik Negara) pada 2016 PLN dan Asosiasi Pembangunan Tower Indonesia (Aspatindo) serta 14 penyedia  pengadaan tower sebanyak 9.085 set tower dengan anggaran pekerjaan Rp 2.251 trilyun yang diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum. Dan, penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan.
.

Kejagung juga menyebut proyek ini dimonopoli oleh PT Bukaka, yaitu perusahaan milik keluarga Jusuf Kalla. Pasalnya, Direktur Operasional PT Bukaka merangkap sebagai Ketua Aspatindo.

Bukaka dan 13 penyedia tower lainnya yang tergabung dalam Aspatindo telah melakukan pekerjaan pada masa kontrak Oktober 2016 – Oktober 2017 dengan realisasi ‘hanya’ sebesar 30 persen.

‘Bingung kan?
(Red-01/Foto.ist)
Lainnya,

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini