Hasdan Nover Zandi ,

“Sun Tzu, Strategi 15 :

Giring macan untuk meninggalkan sarangnya”

Koranganjar.com, Profil:

Relawan Ganjar-Mahfud dimana saja berada,

Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.”, Hadis ini kalau pun menjadi pro-kontra namun berisi himbauan agar siapapun (mau) menuntut ilmu sampai ke negeri Cina. Dan ini disebagian orang dianggap  hadis yang masyhur dan tidak asing di kalangan banyak orang, bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh penjuru dunia baik Arab maupun non-Arab

Saudi Crown Prince Mohammed Bin Salman welcomes Chinese President Xi Jinping in Riyadh, Saudi Arabia on December 8, 2022.Mengapa yang disebut China? Mengapa bukan Yunani yang pada masa Nabi Muhammad SAW sedang berada pada puncak kejayaan atau Mesir yang kala itu termasuk peradaban maju? Boleh jadi hal itu merupakan isyarat bahwa Islam akan mencapai China meskipun negerinya nun jauh dari jazirah Arab. Siapa yang menyangka pula akhirnya China termasuk salah satu negara terdepan dalam hal teknologi. Saat masih berada di Mekkah dan mendapatkan tekanan dari kaum Quraisy, Nabi mempersilakan para sahabatnya untuk hijrah. Ada yang pindah ke Etiopia seperti Ja’far bin Abi Thalib, ada pula yang ke China. Setidaknya terbukti dari dua makam sahabat Nabi di Quanzhou yang tertulis wafatnya pada tahun 622, dan data lainnya.

Perang Talas: Kisah Pasukan Islam Menghentikan Invasi Militer Cina

Relawan Ganjar-Mahfud dimana saja berada,

Negeri China termasuk kawasan yang luas dan memiliki sejarah panjang dalam peradaban dunia. Nama China berasal dari nama Dinasti Ch’in yang berkuasa sepanjang tahun 221-206 sebelum Masehi (SM). Shi Huang Ti merupakan pendiri dinasti tersebut sekaligus kaisar pertama yang mampu menyatukan China secara politik. Nama lain China adalah Tiongkok, yang berasal dari istilah chung-kuoKata chung berarti ‘tengah’, sedangkan kuo artinya ‘negeri’. Para penguasa China senang menganggap negerinya berada di tengah-tengah atau sebagai pusat dunia.

China dan negara-negara sekitarnya peta

Di Guangzhou. Di kota pelabuhan ini, terdapat salah satu masjid tertua di China, yakni Masjid Huaisheng. Ada juga ceritera lain, disaat kepemimpinan Kaisar Zongyun yang berkuasa saat itu meminta bantuan kepada Dinasti Abbasiyah di Baghdad. Dengan bantuan ribuan pasukan Abbasiyah, pemberontakan An-Shi (755-763) dapat dikalahkan. Usai perang para tentara muslim itu pun diberikan tempat menetap di wilayah Tang. Mereka berinteraksi dengan penduduk lokal bahkan kemudian menikah disana. Penduduk setempat menyebut kaum muslim sebagai Zhu tang ( orang asing yang tinggal)

Masjid Huaisheng

Relawan Ganjar-Mahfud dimana saja berada,

ada hal lain yang saya pikir penting untuk kita ketahui lebih dahulu mengenai sosok bernama Sun Tzu ( Sun Zin),  seorang panglima jenderal militer China  periode 544 BC – 496 BC. Yang selain jenderal yang jenius ,  juga seorang filsuf, yang kemudian  dikenal lewat bukunya The Art of War, sebuah buku strategi militer yang sangat berpengaruh lintas jaman

10 Kalimat Bijak Sun Tzu yang Bangkitkan Jiwa Kepemimpinanmu

The Art of War, buku milik Sun Tzu memang sarat pesan tersembunyi seperti ini contohnya, bahwa seorang pemimpin harus “tenang dan tidak dapat ditebak” dan memiliki kemampuan untuk memahami “rencana yang tak terduga”.

The Art of War dipercaya menjadi dasar dari kekuatan militer dan strategi China yang ada hingga saat ini. Meski dapat dibuktikan oleh para ahli sejarah mengenai validitas penulisan The Art of War maupun kehidupan Sun Tzu sendiri, kontribusinya dalam perkembangan strategi militer, tidak hanya di China, tapi juga di seluruh dunia, membuat Sun Tzu menjadi salah satu figur yang patut diketahui.

Siapakah Sun Tzu, Karyanya Art of War Ditiru Alexander Agung hingga Napoleon Bonaparte hingga Jaya

Relawan Ganjar-Mahfud dimana saja berada,

Menurut tradisi, karyanya yang terkenal, Seni Berperang, diperkirakan ditulis pada tahap akhir Zaman Negara-negara berperang (Warring States Period, 481-221 SM), namun ada juga yang menyebut Abad ke-5 SM

Sun-Tzu juga mengatakan bahwa  “Roh dari semua peperangan adalah muslihat (All warfare is based on deception)”

” Meski menurut perkiraanku kekuatan tentara Chu melebihi jumlah pasukan kita, belum tentu hal ini bisa menguntungkan atau menjamin kemenangan mereka. Karenanya, kutegaskan kembali bahwa ‘Kemenangan masih sangat mungkin kita raih. Sekalipun jumlah pasukan musuh jauh lebih besar”, demikian kutipan buku tersebut.

Relawan Ganjar-Mahfud dimana saja berada,

Era Pilpres tahun 2019, Prabowo mencoba meniru teori Sun Tzu yaitu melalui “tangan” orang lain. Strategi ini diawalnya dianggap akan menguntungkan, mengkritik segala kebijakan presiden Jokowi thn.2014-2019 secara membabi-buta dengan data dan fakta minim. Sayangnya kalau pun menggunakan tangan sekutu, PKS, PAN serta kelompok yang identik dengan ‘kekerasan. Upaya itu digagalkan presiden Jokowi dengan pola ‘blusukan, mendekati rakyat nya. Dan berhasil !

Memang apa yang dilakukan presiden Jokowi?,  sama , beliau selain gencar ‘blusukan’ juga  memeragakan jurus  perang Sun Tzu dengan konsep berbeda sehingga beliau mampu ‘mengacaukan’ permainan Prabowo dan sekutunya, yaitu dengan jurus  “Letihkan mereka dengan jalan berputar-putar. Bikin mereka bertengkar sendiri. Haluslah agar kau tidak terlihat. Misteriuslah agar kau tak teraba. Maka, kau akan menguasai nasib lawanmu.”

Relawan Ganjar-Mahfud dimana saja berada,

Apa yang bisa TPN GP – Mahfud lakukan kedepan?, sederhana saja …..  ingat teori Sun Tzu, Strategi 15 : Giring macan untuk meninggalkan sarangnya. Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat posisinya yang baik. Giring mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya

‘wkwkwkwk….

(Red-01/Jim/Wid/Rah-Foto.ist)

 

‘Gibran Datang, Prabowo Amblas?”

Hasdan Nover Zandi, “MEGA – JOKOWI ADALAH GURU POLITIK GANJAR”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini