Hasdan Nover Zandi,

“CIVIL SOCIETY & PILPRES 2024”

Koranganjar.com, OPIni:
CIVIL SOCIETY (Masyarakat Madani) yaitu masyarakat yang demokratis, menjunjung tinggi etika dan moralitas dalam segala hal khususnya dalam berbangsa dan bernegara sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 & Pancasila. Tentang HAM, Bela negara dsb.

Istilah Civil Society berasal dari bahasa Latin societes civiles yang mula-mula dipakai
oleh Cicero (106-43 SM), seorang orator, politisi dan filosof Roma. Sejak saat itu sampai
dengan abad ke-18, pengertian civil society masih disamakan dengan negara (the state),
yakni sekelompok masyarakat yang mendominasi seluruh kelompok lain. Di kalangan
akademisi Indonesia, civil society ini identik dengan KRITIK !

Dan DEMOKRASI adalah prasyarat mutlak bagi keberadaan civil society yang murni (genuine). Tanpa demokrasi masyarakat sipil tidak mungkin terwujud. Demokrasi tidak akan berjalan stabil bila tidak mendapat dukungan riil dari masyarakat. Secara umum demokrasi adalah suatu tatanan sosial politik yang bersumber dan dilakukan oleh, dari, dan untuk warga negara

Salah satu  ciri masyarakat madani, adanya sistem Pemerintahan yang melingkupi Lembaga Hukum, Ekonomi, dan Sosial yang berjalan produktif dan menjunjung nilai keadilan.

Para Relawan Ganjar – Mahfud dimana saja berada,

Hampir 10 tahun belakangan ini demokratisasi yang sedang berjalan di Indonesia memperlihatkan beberapa kemajuan dibandingkan masa-masa sebelumnya. Pilpres, Pilkada dan Pileg berjalan baik. Diluar hal tersebut, kebebasan mengeluarkan pendapat dan menyampaikan aspirasi di masyarakat juga semakin meningkat. Para kaum tertindas mampu menyuarakan keluhan mereka di depan publik sehingga masalah-masalah yang selama ini terpendam dapat diketahui oleh publik. INI BERBEDA JAUH DENGAN REZIM ORBA !

Secara kongkrit, masyarakat madani bisa berujud dalam bentuk berbagai organisasi yang berada di luar institusi-institusi pemerintah yang mempunyai cukup kekuatan untuk melakukan ‘counter atau mengimbangi terhadap negara (Gellner, 1995:32). Atau, berupa kelompok -kelompok yang melakukan gerakan sosial politik untuk menuntut
adanya transformasi demokrasi

Banyak pakar terkait yang mendefinisikan masyarakat madani sebagai suatu organisasi sukarela non pemerintah yang berarti menempatkan civil society secara terpisah dengan masyarakat. APAKAH CIVIL SOCIETY SELALU MEMBANGKANG PEMERINTAH, TIDAK JUGA, TERGANTUNG KASUSNYA APA?

Para Relawan Ganjar – Mahfud dimana saja berada,

Banyak contoh keberhasilan masyarakat madani menumbangkan rejim ANTI-DEMOKRASI, seperti di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah era tahun 1980-1990 yang kemudian mengilhami gerakan yang sama di banyak negara di belahan dunia yang lain.

Kebangkitan civil society dimanifestasikan ke dalam beberapa jenis gerakan sosial. Pertama,  tujuan utarna dari jenis aktivitas ini adalah untuk menampilkan pelbagai keluhan dan gugatan secara simbolik dalam bentuk tulisan, pertunjukan seni, dan diskusi yang bernada kritik.

Kedua,  reaksi langsung terhadap kebijaksanaan pemerintah atau sistem sosial-ekonomi-politik yang sedang berjalan. Resistensi semacam ini biasanya melibatkan ormas, partai politik, dan bahkan mahasiswa . Ketiga,  aksi langsung maupun tidak langsung yang menuntut terciptanya situasi sosial-politik yang lebih baik terutama wong cilik dan juga menuntut pengurangan kontrol negara terhadap pelbagai bidang kehidupan masyarakat.

Pilpres 2024 tinggal menghitung hari, banyak yang lupa penentu kemenangan dalam Pemilu 2024 tetap rakyat. Maka siapapun yang meninggalkan rakyat, pasti akan ditinggalkan rakyat . Rakyat akan menghukum siapapun yang berkhianat kepada rakyat.

Pemilu 2024 merupakan ajang kompetisi, namun bukan saling sikut dan saling tendang satu sama lain. Dan akhir – akhir ini suhu politik mulai memanas dengan munculnya Kasus GIbran & MK, sehingga muncul upaya keras masyarakat agar  Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK)  memberikan sanksi berat bila hakim MK terbukti melanggar etik atas hal ini.

Bahkan jumlah aduannya mencapai 20 dari masyarakat, dimana disebut juga jika aduan tersebut bervariasi, mulai dari melaporkan Ketua MK Anwar Usman selaku paman Gibran, ada yang memintanya mengundurkan diri, ada yang melaporkan semua hakim konstitusi, ada yang melaporkan hakim yang menyampaikan pendapat berbeda (dissenting opinion), dsb. Dan baru kali ini terjadi ‘kegaduhan yang dahsyat ditubuh MK, apakah ini juga ada andil ‘Civil society?

Civil Society dalam geraknya demikian ‘concern terhadap Supremasi Hukum, dimana Setiap warga negara harus tunduk dan dilindungi oleh hukum. Dengan begitu, setiap warga negara mendapat jaminan dan perlindungan terhadap segala bentuk penindasan dari individu maupun kelompok masyarakat. Namun jika pemerintah dianggap ‘berat sebelah dalam ber-demokrasi khususnya menjelang Pilpres 2024 mendatang.

Dan jika itu benar terjadi,  tidak menutup kemungkinan akan ada gerakan ‘civil society yang maha dahsyat. ‘Semoga Tidak!, Amin YRA.

Depok, Jawa Barat Tgl. 3 November 2023

Hasdan Nover Zandi

(Andi Gembul)

Aktifis Kudatuli 1996 & Mei 1998

Pim.Perusahaan Koranganjar.com

Ketum GRCI – Ganjar Raffles Cibubur Indonesia

(Red-01/Foto.ist)

Lainnya

ANDI GEMBUL VS BUDIMAN SUJATMIKO

ANDI GEMBUL VS BUDIMAN SUJATMIKO … sosok Andi Gembul (AG)  , sahabat dekat alm.Wiji Thukul dan para aktifis KUDATULI (Kudeta 27 Juli ) 1996
Politikus PDIP Adian Napitupulu

” GANJAR – MAHFUD : 53,15% “

“SIAPA SAJA RELAWAN YANG HADIR DI KONGKOW NIGHT SENAYAN?”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini