BUDIMAN LUPA KUDATULI 1996 & PERKOSAAN MEI 1998,

“SEMOGA ALLAH TIDAK MURKA PADAMU, BUD “

KoranGanjar.com, OPIni:

Relawan Jokowi Ahok & Ganjar dimana saja berada,

Tahun 1998 lalu, Pangkostrad saat itu dijabat oleh Letjen TNI – Prabowo Subianto dan Menhamkan/Pangab-nya adalah Jenderal TNI Wiranto, Di tanggal  22 Mei 1998, Habibie menerima Wiranto di Istana Merdeka. Saat itu Wiranto melaporkan bahwa pasukan Kostrad dari luar Jakarta bergerak menuju Jakarta dan ada konsentrasi pasukan di kediaman Habibie di Kuningan, begitu pula di Istana Merdeka. Jenderal Wiranto lantas meminta petunjuk dari Habibie.

Mendengar laporan tersebut, Habibie berkesimpulan Pangkostrad bergerak sendiri tanpa sepengetahuan Pangab.  Saat itu pula, Habibie menegaskan kepada Pangab agar mengganti Pangkostrad sebelum matahari tenggelam. Kepada penggantinya, diharapkan pasukan di bawah komando Pangkostrad kembali ke kesatuan masing-masing. Sejarah mencatat, saat itu Pangkostrad baru yang dipilih adalah Letjen TNI Johny Lumintang sebelum 17 jam kemudian digantikan Letjen TNI Djamari Chaniago.

Prabowo Subianto saat memenuhi panggilan Dewan Kehormatan Perwira, 1998.

Jenderal TNI Purn Wiranto  sudah lama mengetahui aktivitas Pangkostrad-nya ini kerap bertemu dengan banyak orang tanpa seijin darinya, sebut saja baik menemui  Wakil presiden BJ Habibie . Amien Rais, Gus Dur maupun dengan tokoh-tokoh lainnya. “Bagi orang awam, barangkali hal itu biasa-biasa saja. Tidak ada yang aneh, “ tulis Wiranto  dalam bukunya, “Bersaksi dalam badai”

“Namun, di dalam kehidupan militer, kegiatan semacam itu jelas tidak dapat dibenarkan, karena menyalahi aturan. Seharusnya Pangkostrad berorientasi pada wilayah, tugas, dan tanggung jawabnya sebagai Pangkostrad yang menggerakkan pasukan atas perintah Panglima ABRI. Bukan ke sana kemari ngurusin masalah politik dan kenegaraan. Walaupun hal itu dilakukan, harus sepengetahuan pimpinan, bukan atas kehendak sendiri dan sama sekali tidak melaporkan kepada atasan.”, masih kata Wiranto

Tim Mawar

-Tim Mawar-

Relawan Jokowi Ahok & Ganjar dimana saja berada,

Wiranto juga menceritakan, satu hal yang benar-benar tidak masuk di akal adalah pada malam hari tanggal 16 Mei 1998, sekitar 22.30 WIB.  Prabowo tanpa seijinnya menemui Presiden BJ.Habibi dan  melaporkan bahwa Menhamkan/Pangab telah berkhianat terhadap presiden, “Esoknya, 17 Mei 1998, di Jalan Cendana No 6, disaksikan oleh Kasad – Jenderal TNI Soebagio HS dan Pangdam Jaya – Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin saya memberikan teguran keras kepada Pangkostrad Letjen TNI Prabowo Subianto atas apa yang dilakukannya yang saya anggap di luar kepatutan. Terutama mengenai apa yang telah diperbuatnya pada saat menghadap presiden”

Dengarkan Wiranto, KontraS minta pencapresan Prabowo dibatalkan

Dewan Kehormatan Perwira pun  menyidang Prabowo Subianto pada Agustus 1998, dan dibuktikan dengan adanya Surat bernomor KEP/03/VIII/1998/DKP , yang berisi setidaknya ada 8 kesalahan Prabowo sebagai perwira yang berujung pada rekomendasi pemberhentian dari dinas keprajuritan. Salah satunya soal ‘munculnya’  Satuan Tugas Mawar atau lebih dikenal sebagai Tim Mawar untuk menculik aktivis prodemokrasi.

Prabowo sendiri baru melaporkan operasi yang dilakukannya kepada Menhankam/Pangab  April 1998 itu pun setelah adanya  Kepala Badan Intelijen ABRI (Letjen TNI Moetojib?)

Dewan Kehormatan Perwira TNI-AD menyebut Prabowo melampaui kewenangan dengan menjalankan operasi pengendalian stabilitas nasional baik saat  di Aceh, Irian Jaya/Papua, dan pengamanan presiden di Vancouver, Kanada, oleh Kopassus. Prabowo juga dinilai bersalah lantaran kerap bepergian ke luar negeri tanpa izin Kasad atau Panglima ABRI.

Atas sejumlah tindakan Prabowo, Dewan Kehormatan Perwira menilai Prabowo mengabaikan sistem operasi, hierarki, dan disiplin di lingkungan militer dan tidak menjalankan etika profesionalisme dan tanggung jawab.

Dewan Kehormatan juga menyebut Prabowo melakukan tindak pidana berupa ketidakpatuhan. Pidana lain yang dilakukan Prabowo adalah perintah merampas kemerdekaan orang lain dan penculikan. Namun semua ini dibantah karena adanya surat Menteri Sekretaris Negara – Muladi, kepada Komnas HAM pada 13 September 1999 yang  menyatakan tidak ada bukti kuat tentang dugaan keterlibatan Prabowo

Namun kemudian menghangat lagi setelah Juli 2014 lalu, Robert Blake, Dubes AS untuk Indonesia berikan statement agar Indonesia menyelidiki tuduhan keterlibatan Prabowo dalam pelanggaran HAM tahun 1990-an

Dan hingga saat ini masih terus diperdebatkan

Kejutan Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko, Sosok Komisaris Independen PTP Nusantara 5 yang Loncat Dukung Capres Prabowo

BUDIMAN SUDJATMIKO & AKTIFIS YANG HILANG 1998

Jumat lalu (18/8) , tiada angin tiada hujan ‘ujug – ujug ‘ Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko menyatakan dukungannya kepada bakal capres Partai Gerindra – Prabowo Subianto.  “Indonesia butuh kepemimpinan yang strategic, Pak Ganjar baik, bukannya buruk ya, tapi Indonesia butuh kepemimpinan yang strategic kali ini karena situasi global, Karena itu lah,  Prabowo lebih pas untuk memimpin Indonesia”, kata Budiman

Sayangnya saat itu Budiman tidak bicara juga mengenai kasus KUDATULI 1996 dan penculikan aktivis tahun 1998 yang selama ini disuarakan dengan dahsyat. Budiman lupa kepada teman temannya yang tewas, yang ‘hilang entah  masih hidup atau sudah meninggal. Khususnya mengenai ke-13 aktifis yang hilang sampai saat ini.

Relawan Jokowi Ahok & Ganjar dimana saja berada,

Penculikan aktivis 1997/1998 adalah penculikan aktivis pro-demokrasi yang terjadi pasca KUDATULI 1996  dan jatuhnya Presiden Soeharto tahun 1998. Kasus penculikan aktivis 1997/1998 dilakukan oleh tim khusus bernama Tim Mawar, yang ‘ordernya’ dari  pribadi Danjen Kopassus (saat itu) – Mayor Jenderal Prabowo Subianto melalui perintah lisan kepada Mayor Bambang Kristiono – Danyon 42 di bawah Gurp 4/Sandi Yudha Kopassus. Dengan alasan memburu kelompok radikal pasca KUDATULI 1996 (Kudeta 27 Juli 1996) dengan korban 5 orang tewas, 149 orang luka-luka serta 23 orang dinyatakan hilang.

Anggota Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi berdemonstrasi di depan kantor Kementerian Pertahanan pada 1998, menuduh militer kurang bertindak mencegah pemerkosaan selama kerusuhan Mei 1998. (Foto: AP)

Tidak sampai sini, pada 13 Mei15 Mei 1998, terjadi kerusuhan rasis khususnya di Ibu Kota Jakarta juga  di beberapa daerah lain dengan momentum  setelah tragedi Trisakti di mana 4 mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998. Hal inipun mengakibatkan penurunan jabatan Presiden Soeharto, serta pelantikan B. J. Habibie. Jumlah korban Kerusuhan Mei 1998 mencapai 1.217 orang tewas dengan rincian meninggal karena senjata sebanyak 1.190 orang dan dibakar sebanyak 564 orang. Sementara itu, korban yang luka-luka sebanyak 91 orang.

Namun pada kasus Mei 1998, Tim Relawan pun mencatat jumlah korban perkosaan di Jakarta dan sekitarnya pada 12 Mei-2 Juni 1998, mencapai 152 orang, dua puluh di antaranya meninggal. Rinciannya pemerkosaan 103 orang, pemerkosaan dan penganiayaan 26 orang, perkosaan dan pembakaran 9 orang, dan pelecehan seksual 14 orang. Mereka mengalami pemerkosaan anal, oral, dan/atau disiksa alat kelaminnya dengan benda tajam.

Penculikan Aktivis

“(Prabowo bilang) ‘Yang saya ambil sudah kembali semua. Saya kembalikan semua. Saya tidak tahu kenapa sebagian tidak pernah kembali ke rumah. Tapi yang saya ambil saya sudah lepaskan semua’. Itu pengakuannya,” tutur Budiman saat bertemu Prabowo tahun 2002 lalu.

Relawan Jokowi Ahok & Ganjar dimana saja berada,

Apapun hingga saat ini para aktifis dan keluarga korban KUDATULI 1996 & Kerusuhan Mei 1998 khususnya korban pemerkosaan sedang terus mengupayakan melalui hukum sebagaimana diupayakan  Komisioner Komnas Perempuan  – Andy Yentriyani dan lembaga/aktifis lainnya , yang masih terbentur atas 2 hal besar .  Yang pertama, sistem pembuktian dalam hukum Indonesia belum dapat mengakomodasi kasus ini. Bukti sperma sudah tidak ada, dsb. Namun jangan lupa TGPF – Tim Gabungan Pencari Fakta Mei 1998 telah memverifikasi atas 52 kasus kenapa tidak yang ‘ada’ saja yang digarap?

Adapun yang ke-2 kedua, para keluarga korban memilih untuk ‘diam’ selain karena trauma juga rasa malu.

Apakah Budiman sudah tidak punya rasa iba dan telah mati rasa kemanusiaannya demi ambisi politik sehingga menepiskan derita dan doa  para korban tewas dan hilang saat KUDATULI 1996 , Hilangnya 13 aktifis & Perkosaan Mei 1998 ?

Padahal Budiman  lama ‘menyusu’ kepada PDIP  yang telah memberikannya kursi di DPRRI sejak tahun 2009—2019, dari  Dapil  Jawa Tengah VIII: Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap  dan duduk ‘manis’ di komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur negara, dan agraria; dan juga merupakan Wakil Ketua Panitia Khusus RUU Desa

Kerusuhan Mei 1998

Relawan Jokowi Ahok & Ganjar dimana saja berada,

Selain sebagai legislatif 10 tahun, dia juga sejak  Januari 2021 lalu ditunjuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO menggagas mega proyek pembangunan dan pengembangan industri tekhnologi 4.0 di Cikidang, Sukabumi dengan anggaran > Rp.18 trilyun, dan fasilitas negara lain yang diterima dimana semua itu berasal dari pajak yang dibayarkan oleh keluarga kasus KUDATULI 1998 , keluarga 13 aktifis hilang & keluarga perkosaan Mei 1998.

‘Kurang apa lagi, bud?

Tidak terbayang sakit hatinya ibu Hajah Megawati

juga para keluarga dan aktifis KUDATULI 1998 , keluarga ke-13 aktifis yang hilang dan keluarga Korban Perkosaan  Mei 1998 kepadanya.

Seharusnya Budiman lebih bijak menyikapi politik Pipres 2024 ini, sebagaimana arti dari nama Budiman, Manusia Yang penuh budi.

Allâh Azza wa Jalla berfirman: [QS.Muhammad/47:22-23],

Fa hal ‘asaitum in tawallaitum an tufsidụ fil-arḍi wa tuqaṭṭi’ū ar-ḥāmakum

Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?

Ulā`ikallażīna la’anahumullāhu fa aṣammahum wa a’mā abṣārahum

 Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allâh;

lalu dibuat tuli (pendengarannya) dan dibutakan penglihatannya. 

(Semoga Allah tidak murka padamu, Bud !)

(Red-01/Foto.ist)

Lainnya,

” SHIO MONYET TANAH, PRESIDEN TAHUN 2024 – 2029, GITU YA UDIN ! “

“SEMOGA AIRLANGGA BISA TIDUR LELAP SETELAH DEKLARASIKAN PRABOWO SEBAGAI CAPRES 2024, AAMIIN YARABIL’ALAMIIN”

“Cak Imin Bisa Apa, Jika Airlangga Wapresnya Prabowo “

GOLKAR & PAN GABUNG KE PRABOWO, “TERJEBAK PERMAINAN TUKANG KAYU ?”

Surat Terbuka Untuk Hj. Megawati,  “MOHON JADIKAN HABIB LUTHFI ATAU NAZARUDIN UMAR SEBAGAI WAPRESNYA GANJAR “

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini