ANGKA LIMA , UNTUK  GANJAR PRESIDEN 2024 !
KoranGanjar.com, OPIni :
Sebenarnya, dalam semua agama diajarkan agar kita  ‘meng-haram’ atas segala yang terkait dengan ‘ramalan’ dalam bentuk apapun karena dianggap ‘menduakan’ Tuhan. Bahkan  diyakini dapat membawa sial atau keberuntungan. Namun hal dibawah ini kami yakini bukanlah ramalan , silahkan re-check.

Disetiap negara di dunia ini memiliki persamaan maupun perbedaan mengenai persepsi dan budaya sehingga kita perlu wawasan serta pengetahuan yang luas mengenai persepsi dan budaya yang ada di berbagai dunia. Termasuk tentang penggunaan simbol ‘5 Jari’

Di negara Amerika, simbol penggunaan simbol lima jari memiliki makna berbicara kepada saya dan juga berhenti. Kemudian di negara Meksiko penggunaan simbol lima jari memiliki makna hai. Sementara, di negara Malaysia simbol lima jari digunakan untuk menyapa seseorang, mengucapkan tanda terima kasih, serta untuk memanggil pelayan.

Namun, jangan sesekali mengacungkan lima jari ke arah orang Yunani karena di sana persepsi dan budaya masyarakat di sana berbeda dengan di Indonesia.

Konon katanya jika terdapat para kriminal atau pelaku tindak kejahatan yang berhasil tertangkap, mereka akan dibawa dan diarak kemudian warga boleh mengoleskan berbagai macam kotoran ke wajah pelaku dengan lima jari. Kita tau hal tersebut merupakan hal yang keji atau tidak manusiawi sehingga karena adanya peristiwa tersebut maka persepsi dan budaya orang Yunani mengenai penggunaan simbol lima jari dilarang dan dianggap penghinaan.

Bintang sebenarnya berbentuk bulat, tetapi secara kasat mata tampak runcing dengan beberapa ‘lengan terentang’. Hal ini disebabkan sifat cahaya yang melekat dan caranya dibiaskan di sekitar objek. Mengapa Bintang disimbolkan 5 Sudut dengan warna ke-emasan?,sedangkan besar bintang sangat mirip dengan Matahari, bola gas raksasa yang terbakar miliaran kilometer jauhnya  menerangi langit malam
Bentuk cahaya bintang yang kita lihat disebabkan mata kita memiliki serabut bernama sulture lens yang menghubungkan lensa mata. Kondisi sulture lines yang berbeda di setiap mata juga akan menghasilkan bentuk difraksi cahaya yang berbeda-beda
Ummat Islam mengenal angka 5 sebagaimana ada 5 nasihat Rasulullah SAW  kepada Abu Hurairah RA, yaitu;
(1) Jagalah dirimu dari keharaman-keharaman niscaya kamu menjadi orang yang paling beribadah kepada Allah, (2).Ridhalah dengan apa yang Allah tentukan untukmu niscaya kau menjadi orang terkaya,(3) .Berbuat baiklah terhadap tetanggamu niscaya kamu menjadi seorang Mukmin,(4).Cintailah untuk saudaramu seperti yang kau cintai untuk dirimu sendiri niscaya kau menjadi orang Muslim, (5 ). Jangan banyak tertawa karena banyak tertawa itu bisa mematikan hati.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
Angka 5 juga ditemui dalam rukun Islam, lima hal dasar yang diajarkan dalam agama Islam. Yaitu  mengucapkan dua kalimat syahadat, melaksanakan salat, melaksanakan puasa, membayar zakat, dan pergi haji (bagi yang mampu). Kelima rukun itu disebut dalam hadits Jibril yang diriwayatkan dari sahabat Umar bin Al-Khaththab dan Abu Hurairah dan  memuat definisi tentang Islam, Iman, Ihsan, dan tanda-tanda hari kiamat menurut akidah umat Islam.

Doa Salam Lima Jari , sering disampaikan oleh saudara nasrani kita yaitu, “Tuhan ini hambamu yang penuh dengan kekurangan dan dosa kiranya Engkau menolong kami , jadikan hidup kami seperti Ibu Jari yang selalu membuatMU bangga .. , jadikan seperti  Jari Telunjuk untuk selalu menunjukan jalan kebenaran bagi mereka yang tersesat .. , jadikan seperti Jari Tengah untuk menjadi penengah disetiap keretakan dan perpecahan .. , jadikan seperti Jari Manis yang selalu setia dan manis kepada MU ,, , dan jadikan pula kami seperti Jari Kelingking yang cepat berinisiatif membawa perdamaian disetiap kesalahpahaman .. biar namaMU yng dimuliakan selalu . Amin”

 Pancasila Dinilai Menyatukan Perbedaan dan Keanekaragaman. Foto: Ilustrasi Pancasila
 Pancasila berasal dari dua kata Bahasa Sansakerta Angka 5 atau “panca”  dan “sila”, prinsip atau asas atau jika diartikan secara luas menjadi 5 (lima)  rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Dimana didalamnya terkandung  nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
Pancasila merupakan ‘paket lengkap’  yang berisi nilai-nilai luhur dari garis besar pedoman hidup setiap rakyat Indonesia dalam melanjutkan pembangunan dan kedamaian negeri tercinta ini dengan saling gotong-royong, toleransi beragama, dsb.

Kata ‘Jari’ dalam bahasa Jawa disebut ‘deriji’, sedangkan kata ‘lima’ dalam bahasa Jawa disebut ‘limo’. Jadi lima jari ini dalam bahasa Jawa disebut ‘deriji limo’. Kelima jari tersebut dalam bahasa jawa yakni meliputi jempol (ibu jari), panuduh (telunjuk), panunggul (jari tengah), manis (jari manis) dan jentik (jari kelingking).

Yang pertama, jempol yang biasa kita gunakan untuk menunjukkan kebaikan. Yang kedua, jari telunjuk. Sebagaimana namanya, jari telunjuk atau panuduh mewakili nasihat bahwa kita sebagai manusia harus bisa menjadi panutan yang baik bagi orang-orang di sekeliling kita. Yang ketiga, jari tengah atau panunggul mengingatkan agar kita tidak mengunggulkan diri sendiri alias tidak boleh bersikap sombong. Yang keempat, jari manis, intinya bahagia. Jari manis itu bisa diisi emas, seperti cincin dan lainnya. Supaya dibuat semanis mungkin, bisa dilihat orang, dinikmati orang. Kemudian yang kelima adalah jari kelingking (jentik), menggambarkan bagaimana kita memiliki komitmen dalam hal apapun serta kepada siapapun.

Melalui spirit filosofi lima jari, berharap supaya ada perubahan, karena hidup harus berubah untuk yang lebih baik.

Angka 5 dalam masyarakat Jawa  merupakan rangkuman nasihat dan ajaran kehidupan manusia. Yang kemudian dikenal dengan “emoh limo” yang melarang seseorang untuk menjauhi 5 perbuatan maksiat. Yaitu;  emoh main (tidak berjudi), emoh maling (tidak mencuri), emoh madon (tidak main perempuan), emoh madat (tidak memakai obat terlarang), dan emoh mabuk (tidak mabuk).

Di Indonesia, hanya sedikit orang yang mempunyai pangkat Jenderal Besar Bintang Lima sebagai pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Pangkat tersebut tidak dapat diperoleh oleh sembarang Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Mereka yang memiliki pangkat Jenderal Bintang Lima merupakan Perwira Tinggi yang berjasa terhadap bangsa dan negara. Hal ini tersemat dalam Pasal 7 Ayat (2a) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1997.  Dalam pasal tersebut dijelaskan juga bahwa pemberian pangkat diberikan oleh Presiden atas usul Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), yang kini menjadi TNI.

Sejak tahun 1997 hingga saat ini, pangkat Jenderal Besar di Indonesia baru diberikan kepada 3 Perwira Tinggi, yaitu Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Jenderal Besar Soeharto, dan Jenderal Besar Sudirman.

Masyarakat Jepang mengenal angka 5 – (go) sebagai salah satu angka keberuntungan yang diawali dengan keyakinan atas  ilmu alam dan kosmologi yang disebut omyodo yang terdiri dari lima unsur ; i air, kayu, api, tanah, dan logam. Dimana angka 5 ini disebut mewakili kedamaian dan keseimbangan.

five in Japanese

Dalam kultur China,angka 5 berkaitan erat dengan Wu Xing, atau 5  elemen fenomena alam; logam, kayu, air, api dan tanah. Angka 5 juga merupakan angka yang populer karena merupakan angka tengah (1-5-9).
.
So, kalau angka 5 yang dibawah ini ?

wkwkwkw

#JagaIndonesia #JagaPancasila #IslamNusantara

#TegakLurusPDIP #GanjarPresiden2024

(Red-01/Foto.ist)

Lainnya,

Hasdan Nover Zandi, “POTENSI SAMPAH INDONESIA TAHUN 2024 – 2029”

Hasdan Nover Zandi, ” PERAN PERS DI PEMILU 2024 “

Surat Terbuka Untuk Hj. Megawati,  “MOHON JADIKAN HABIB LUTHFI ATAU NAZARUDIN UMAR SEBAGAI WAPRESNYA GANJAR “

Surat Terbuka Untuk Hj. Megawati,  “MOHON JADIKAN HABIB LUTHFI ATAU NAZARUDIN UMAR SEBAGAI WAPRESNYA GANJAR “ KoranGanjar.com, OPIni : Ibu Hajah Megawati Sukarno Putri Yth, Teman teman Relawan Jokowi Ahok dan Relawan Ganjar dimana saja berada, Ibu sebetulnya kita lelah menghadapi kelompok orang yang selalu mengedepankan caci – maki, hate-speech, hoaks, fitnah dan cara cara … Lanjutkan membaca Surat Terbuka Untuk Hj. Megawati,  “MOHON JADIKAN HABIB LUTHFI ATAU NAZARUDIN UMAR SEBAGAI WAPRESNYA GANJAR “

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini